Linocut Workshop: "Merebut Kembali Ruang Kebebasan Berekspresi Lewat Karya Seni’.

Amnesty International Indonesia berkolaborasi dengan Grafis Huru Hara, akan mengadakan lokakarya seni cetak linoleum: "Merebut Kembali Ruang Kebebasan Berekspresi Lewat Karya Seni’.

Seni cetak linoleum atau linocut merupakan teknik cetak sederhana yang menggunakan bahan dasar linoleum. Gambar atau desain dipahat (cukil) pada permukaannya sebelum dicetak pada kertas atau media lain. Teknik ini populer dalam dunia seni karena kemampuannya menghasilkan ilustrasi yang tajam dan berkontras tinggi, serta potensinya untuk menyampaikan pesan dengan kuat.

Dalam konteks hak asasi manusia, linocut menawarkan platform ekspresif untuk memvisualisasikan berbagai isu yang seringkali sulit diartikulasikan dengan kata-kata. Melalui lokakarya ini, peserta akan diajarkan bagaimana menggabungkan kekuatan visual linocut dengan pesan-pesan mendalam tentang hak asasi manusia, menciptakan karya seni yang tidak hanya estetika tetapi juga bermakna. Dengan dukungan dari Amnesty International Indonesia dan ekspertise dari Grafis Huru Hara, lokakarya ini diharapkan menjadi wadah bagi peserta untuk mengekspresikan isu HAM melalui seni cetak.

  • Semua hasil karya yang dihasilkan di lokarya ini akan ditampilkan dalam pameran di dalam acara RightsFest! yang diadakan oleh Amnesty International pada 2 - 3 Desember 2023. 
  • Material linocut akan disediakan oleh panitia.
  • Peserta bisa membawa pulang hasil cetak linocut

Tentang Fasilitator (Grafis Huru Hara)

Grafis Huru Hara (atau biasa disingkat menjadi GHH) adalah kolektif seni grafis yang berbasis di Jakarta. Berdiri sejak tahun 2012, GHH berfokus pada praktik eksplorasi, eksperimentasi dan edukasi dengan menggunakan seni grafis sebagai medium utama. Huru-hara yang secara harfiah diterjemahkan memiliki makna keributan, berantakan, serta kekacauan yang diartikan sebagai permainan gagasan yang meleburkan batasan-batasan yang ada dalam seni grafis pada umumnya.

Studio Grafis huru hara berprinsip sebagai laboratorium seni menjadi ruang eksplorasi dan edukasi untuk berbagai  teknik grafis dan pengembangannya. Kinerja studio secara kolektif merupakan karakteristik yang melekat pada proses keberkaryaan GHH.

Pada tahun 2016 GHH bersinergi dengan beberapa kolektif seni yang ada di Jakarta, yakni Ruang Rupa dan Serrum Studio, menjadi sebuah kolektif besar bernama Gudang Sarinah Ekosistem. Pada tahun 2018, Kolektif Gudang Sarinah Ekosistem berubah nama menjadi Gudskul Ekosistem, seiring dengan berpindahnya ke lokasi baru.