Bebaskan Victor Yeimo, Aktivis Papua yang Diancam Penjara Seumur Hidup Karena Ekspresi Damainya

Pada tanggal 9 Mei 2021, Victor Yeimo, seorang penduduk asli Papua, ditangkap secara semena-mena dan tidak sesuai prosedur oleh aparat kepolisian di Jayapura, Papua. Victor dituduh telah melakukan tindak pidana makar atas dasar orasi dan partisipasinya dalam demonstrasi damai anti-rasisme di Jayapura yang berlangsung pada akhir bulan Agustus 2019. Akibat tuduhan tersebut, Victor menghadapi ancaman penjara seumur hidup semata-mata karena ia telah mengungkapkan aspirasi politik dan hati nuraninya secara damai.

Semenjak ditangkap, Viktor telah ditahan dalam tahanan isolasi (Solitary confinement) dan pihak keluarga maupun pengacaranya mengalami kesulitan untuk dapat menemuinya. Perlakuan tersebut adalah kejam, mengingat dia memiliki kondisi medis yang memerlukannya untuk mendapatkan perawatan secara rutin yang sampai saat ini tidak disediakan sebagaimana layaknya.

Apakah menurutmu adil jika ekspresi pikiran dan hati nurani yang kamu suarakan secara damai dibalas dengan kriminalisasi dan ancaman penjara seumur hidup? Tentu tidak!

Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat secara damai, termasuk Victor Yeimo!

Victor Yeimo adalah satu dari dari puluhan tahanan hati nurani dari Papua lainnya yang terancam dan/atau telah dipenjara karena telah mengamanatkan seruan hati nurani mereka: Hentikan tindakan rasisme terhadap warga Papua, tindak lanjuti berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di Papua, serta jamin keamanan dan perlindungan warga Papua di seluruh Indonesia!

Amnesty International tidak mengambil posisi apa pun akan status politik dari provinsi mana pun di Indonesia, termasuk seruan untuk kemerdekaan. Akan tetapi, kami menganggap bahwa segala aspirasi politik damai tentang Papua merupakan kebebasan berekspresi dan berpikir yang seharusnya dihormati, dipenuhi, dan dilindungi, bukan malah dikriminalisasi dan direpresi.

Bantu kami untuk mendesak otoritas yang terkait agar Viktor segera dibebaskan dan penyidikannya dihentikan dengan mengirimkan email kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia! Kirimkan email kamu dengan menggunakan draft yang telah tertulis dalam halaman ini atau tulis email kamu sendiri!

Sebarkan pula petisi ini ke jaringan kalian dan mari bergabung dengan gerakan solidaritas bersama demi hak asasi manusia kita semua.

Salam solidaritas!

 

    Recent responses