Stop Kriminalisasi Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dengan UU ITE!

UU ITE lagi-lagi digunakan untuk membungkam aktivis dan pembela HAM!

Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti merupakan dua aktivis pembela HAM yang aktif dalam pergerakan HAM di Indonesia. Keduanya saat ini menjadi target kriminalisasi setelah Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan, melaporkan mereka kepada pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik menggunakan UU ITE. Laporan ini dilayangkan  setelah Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti berdiskusi di kanal Youtube tentang dugaan keterlibatan pejabat dan purnawirawan TNI-POLRI di balik bisnis tambang emas di Intan Jaya, Papua. Akibatnya, Haris dan Fatia menghadapi ancaman hukuman pidana penjara serta denda perdata sebesar Rp 100 Miliar. Desak Kapolri untuk segera menghentikan penyelidikan terhadap Haris dan Fatia!

Apa yang disampaikan Haris dan Fatia adalah informasi yang berdasarkan pada riset berjudul “Ekonomi Politik Penempatan Militer di Papua Kasus Intan Jaya” yang dibuat oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil. Tidak seharusnya kritik berbasis laporan dan riset seperti ini dibalas dengan ancaman kriminalisasi. Somasi dan pelaporan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti kepada pihak kepolisian adalah merupakan upaya kriminalisasi dan pembungkaman terhadap kebebasan untuk berekspresi dan berpendapat yang secara konstitusional telah dijamin oleh UUD 1945 dan yang secara legal dijamin oleh ratifikasi Indonesia terhadap Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik. 

Jangan sampai Haris dan Fatia dijerat pasal karet UU ITE! 

Bantu kami desak Kapolri untuk tidak menindaklanjuti laporan dan menghentikan penyelidikan terhadap Haris Azhar, Fatia Maulidiyanti, dan aktivis-aktivis lainnya. Tuliskan desakanmu di halaman ini, suara kamu akan langsung terkirim ke Kapolri!

 

Salam solidaritas,

Amnesty Internasional Indonesia