Registrasi

Join us: Dialog seni dan HAM, kolaborasi Amnesty International dan Jakarta Biennale

Amnesty International dan Jakarta Biennale mengundang dua seniman kawakan dari Asia untuk berbicara tentang pergulatan mereka dengan HAM.

Datang dari latar belakang dan praktek seni berbeda, mereka sama-sama memiliki keberanian mengungkap konflik di sekitar mereka serta bertindak seturut panggilan kesadaran mereka.

Badiucao adalah seniman dan kartunis politik yang populer dan produktif asal Tiongkok. Ia menggunakan karyanya untuk menantang kebijakan sensor informasi dan kediktatoran di Tiongkok melalui akun Twitter @badiucao.

 

Tamarra adalah seniman lintas-media yang tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Ia aktif melakukan riset dan proyek seni, khususnya terkait dengan isu-isu transgender.

 

Acara dipandu oleh kurator Jakarta Biennale, Grace Samboh, dan disiarkan di Indonesia, Hong-Kong dan wilayah Asia lainnya.

Yuk, buruan daftar dengan menekan tombol di bawah ini!

 

Konflik sebagai Bidan Kesadaran: Percakapan Seputar Seni dan HAM

25 Juli 2020

Jam 16.00-17.00 WIB

Teams Live (link akan dikirimkan sesudah registrasi)

Will you come?

Please check your e-mail for a link to activate your account.