Diskusi Publik Perkembangan Terkini Penghapusan Hukuman Mati di Indonesia

Apa rasanya jika kamu divonis mati, padahal tak ada bukti kamu melakukan kejahatan?

Inilah yang dialami Yusman Telaumbanua. Pada 2013, ia divonis hukuman mati oleh  Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Nias. Ia dituduh melakukan pembunuhan berencana terhadap 3 orang. Yusman dipaksa menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tanpa tahu detilnya. Ia lalu disiksa dan tidak diberikan jasa penerjemah bahasa Nias. Padahal penyidik tahu Yusman tak bisa berbahasa Indonesia.

Untungnya, empat tahun kemudian, Yusman dibebaskan dari vonis hukuman mati.  Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menemukan bahwa kasus pembunuhan yang melibatkan Yusman direkayasa.

Kasus tersebut menunjukkan sistem hukum Indonesia masih rentan, khususnya bagi yang divonis hukuman mati. Belum lagi hukuman mati terbukti tak memberikan efek jera.

Contohnya, walau pemerintah kerap mengeksekusi terpidana kasus narkoba, tapi angka kejahatan narkoba terus melambung.  Pada 2015, misalnya, pemerintah mengeksekusi 14 terdakwa kasus narkoba. Tapi, pada tahun berikutnya, angka kasus narkoba meningkat dari 638 kasus di 2015 menjadi 807 di tahun berikutnya.

Agar lebih paham alasan hukuman mati harus dihapus, bertepatan dengan peringatan Hari Anti Hukuman Mati Sedunia, Amnesty International Indonesia, bersama AJI Jakarta dan Institute for Criminal Justice Reform, menyelenggarakan diskusi publik 'Perkembangan Terkini Penghapusan Hukuman Mati di Indonesia' di Historia Food and Bar pada Rabu 10 Oktober, pukul 13.00 WIB.

Akan hadir sebagai pembicara:

1. Dr. Mualimin Abdi, SH., MH, Dirjen Hak Asasi Manusia – Kementerian Hukum dan HAM (dalam konfirmasi);

2. Usman Hamid, Direktur Eksekutif – Amnesty International Indonesia;

3. Erasmus Abraham Todo Napitupulu, Program Director - Institute for Criminal Justice Reform; dan

4. Asnil Bambani Amri, Ketua – Aliansi Jurnalis Independen Jakarta.

Jangan lewatkan kesempatan ini. Mari bersama-sama menuntut pemerintah untuk hapuskan hukuman mati!

WHEN

October 10, 2018 at 1pm - 3:30pm

WHERE

Historia Food and Bar
Jalan Pintu Besar Utara No 11 RT04 / RW06 Pinangsia RT4/RW6 Kota Tua Pinangsia Tamansari
Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta 11110
Indonesia
Google map and directions

CONTACT

Sadika Hamid ·

74 RSVPS

Corny Rachmawati Rizki Yudha Monica Arti Wijaya Putri Puspita Gilang Helindro Achmad Sulaiman Paulus Rahmat Mona Ervita Roland Aser Rico Andriansyah Cary Greant Toipah Faqoth egi sukma baihaki Tjutju Tedjawati Amru Sebayang Cynthia Vidya Rr Nabila Wahyu Alfia Juwita Raisa Tjarinto Dewi Nurrizqi Indraputri Nisma Abdullah Heidy Madia Adam Rizki Imron

Who's RSVPing

Will you come?

Please check your e-mail for a link to activate your account.