SaPuMimpi petition

Adikku Alpius...

Siang itu keluarga kami hendak makan bersama. Tak jauh dari rumah kami, anak-anak muda sedang melakukan aksi Waita, aksi protes damai. Mereka hanya berkumpul bergandengan tangan, duduk membentuk lingkaran, dan beberapa anak menari tradisional di tengah lingkaran. Adikku Alpius –  anak yang setia kawan –  tidak mau tinggal diam melihat teman-temannya sedang bergabung dalam aksi budaya kami. Dia pun bersemangat keluar. Namun dia ditembak. Adikku Alpius ditembak mati. Mimpinya menjadi pegawai negeri sipil untuk mengabdi pada masyarakat pun kandas. Ia hanya 18 tahun.
-- Yohanes Youw (Kakak Alpius).  

Alpius Youw (18), Yulianus Yeimo (17), Apinus Gobay (16), Simon Degei (17) -- tewas ditembak oleh aparat keamanan tanggal 8 Desember 2014, di Paniai, Papua.  

Mungkin kamu pernah dengar ceritanya.  

Berawal ketika salah seorang remaja mengingatkan seorang tentara untuk menyalakan lampu kendaraan di tengah perayaan natal. Tentara itu tersinggung, lantas bersama rekannya 'menghukum' anak-anak itu. Yang dipukuli 11 orang, umurnya antara 10 sampai 16 tahun.  

Esok harinya, di sekitar markas tentara dan polisi, warga melakukan Waita-sebuah aksi damai tradisi mereka sebagai bentuk protes meminta klarifikasi. Di tengah-tengah itu semua, aparat yang terdiri atas polisi dan tentara mengarahkan pucuk senjata ke demonstran dan mulai menembaki mereka.  

Betul-betul merupakan Natal yang kelam bagi Paniai. Keluarga korban yang biasa melihat anak-anak muda mereka bermain lincah, saat itu dipaksa melihat mereka terbujur kaku, tidak bernafas dalam peti mati, kehilangan mimpi-mimpi mereka. 

Tapi ini kan 4 tahun yang lalu? Kenapa masih diomongin? 

Karena kasus ini salah satu dari sederet kasus lainnya yang belum selesai hingga sekarang. Pelaku belum didakwa dan masih berkeliaran. 

Pemerintahan Presiden Jokowi telah memberikan perhatian khusus dan membuat berbagai komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua yang selama ini ditelantarkan.  

Maka kami harap beliau juga akan menjadi presiden pertama yang bisa membawa keadilan bagi korban-korban kekerasan aparat negara di Papua. 

Segera bentuk tim investigasi independen untuk kasus Paniai di Papua. Karena jika kasus ini terungkap, maka akan menjadi harapan baru untuk penyelesaian kasus-kasus lainnya dan menghentikan kasus serupa terjadi kembali.  

 

Untuk mimpi-mimpi anak Papua, 


Tim Amnesty International Indonesia

 

Who's signing

Penerima: Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo 

Kepada Yang Terhormat Bapak Presiden,  

Saya meminta kepada Bapak untuk segera menuntaskan investigasi independen dalam mengusut tuntas kasus Paniai dan memastikan keluarga korban mendapatkan rehabilitasi dan reparasi keadilan dari institusi negara yang berwenang.  

Yulianus, Alpius, Simon dan Apinus adalah anak-anak muda Papua yang seharusnya bisa mengenyam pendidikan dan bermain bersama teman-temannya. Mereka seharusnya bisa menjadi bagian masa depan Papua yang cerah.  

Namun, mereka malah menjadi korban penyalahgunaan kekuasaan dari oknum aparat negara yang seharusnya bisa melindungi dan mengayomi masyarakat.  

Kami percaya bahwa dalam momen ini, Bapak memiliki kesempatan yang langka untuk mengakhiri rantai kekerasan dan ketidakadilan ini.  

Kepemimpinan Bapak bisa membuat kasus ini menjadi kasus yang terakhir kalinya, untuk Papua dan Indonesia yang lebih baik.  

Salam hormat, 

792

of a 20,000 signature goal

Will you sign?